Larangan pemakaian jilbab oleh FIFA

Beberapa hari yang lalu, sahabat saya mengirimkan link berita di Yahoo! Mengenai kontroversi larangan jilbab bagi pesepakbola wanita asal Iran. Timnas sepakbola Iran tidak diperkenankan meramaikan Olimpiade 2012 karena menggunakan jilbab, FIFA pun menghentikan laga Iran kontra Yordania yang kemudian memberikan kemenangan 3-0 buat Yordania lantaran pemain sepakbola wanita Iran ini menggunakan jilbab. Alasan FIFA melarang penggunaan jilbab ini semata adalah alasan keamanan.

Jilbab – bukanlah asesoris, bukan pula alat pelindung kepala. JIlbab adalah perintah Allah, dan sebagai hambaNya wajib bagi kita untuk menaatinya TANPA PERDEBATAN – karena ini perintah ALLAH. (kadang terhadap boss saja kita tidak bisa menolak keinginannya, apalagi untuk ALLAH). Kemudian kitapun mengetahui begitu banyak manfaat yang bisa diperoleh dari jilbab.

Begitu kita mengenakan jilbab (menggunakannya atas nama ALLAH – bukan karena mengikuti trend), hati kita lantas turut merasa berjilbab, keinginan untuk lebih bisa, lebih mencintai ALLAH akan turut mengikuti. Jilbab secara tidak langsung memberikan tempat yang baik bagi kita, terlindungi dari pandangan mata ‘liar’ – pasti, penghargaan oleh sebagian besar masyarakat (karena masih saja ada golongan yang merendahkannya – dan ini menjadi tantangan tersendiri untuk mensiarkan jilbab), saya belum bisa berkata bahwa jilbab 100% bisa menghindari kita dari perilaku miring tapi jilbab membantu kita untuk mengurangi perilaku miring dari dan ditujukan ke si pemakai. Mau tidak mau, jilbab juga turut memaksa orang lain menilai kita berdasarkan isi hati dan kepala kita. Bukan penampilan luar kita. Jilbab yang dikenakan dengan baik, juga menghindari kita dari riya atas kepemilikan barang – barang berharga. Jilbab bukanlah milik golongan tertentu, ras atau budaya suatu kaum. Siapapun wanitanya – dari manapun – golongan apapun menggunakan jilbab. Di atas semua itu, jilbab adalah perintah ALLAH – tanpa perdebatan.

Mengenai larangan FIFA terhadap pemakaian jilbab dengan alasan keamanan. Saya sebagai pemakai jilbab, merasa justru jilbab memberikan keamanan untuk saya. Mungkin, menurut FIFA – jilbab membatasi ruang gerak pemain – pemain tidak bisa bergerak bebas. Dan dengan adanya jilbab bisa saja terjadi tarik menarik jilbab (eh !) . padahal, sebenarnya – jilbab sama sekali tidak membatasi gerak pemakainya. Mungkin, bagi mereka yang tidak (belum) menggunakan jilbab, jilbab bisa saja menghalangi ruang gerak atau bisa membahayakan.

Sehingga, rasanya saya ingin sekali mengetahui apakah larangan FIFA ini dilakukan setelah FIFA melakukan penelitian terlebih dahulu? Misalnya FIFA meminta officernya menggunakan jilbab selama 7 hari dan melakukan aktivitas bermain bola. Kemudian, juga ditanyakan terhadap lawan bermain – apakah jilbab tersebut mengganggu pandangan konsentrasi mereka, menghalangi pandangan mata misalnya, membuat mereka tidak bisa menyarangkan gol lantaran terganggu dengan adanya jilbab di kepala lawan? Dan apa saja kecelakaan olahraga yang telah terjadi lantaran jilbab tersebut?

Saya ingat ketika Monica Stabb – FIFA Women Football Officer yang melakukan kunjungan ke Indonesia 2008 lalu. Ia turut meyakinkan komunitas sepakbola wanita Indonesia. bahwa FIFA tidak memberikan batasan bagi siapapun untuk menjadi pesepakbola. Ia bahkan menunjukkan gambar pemain sepakbola wanita berjilbab asal Iran, Yordania dan beberapa dari Bahrain. Menurutnya, jilbab bukan halangan untuk menjadi pesepakbola. Dan saya setuju dengannya. Maka Kemudian, bila FIFA menggalakan ‘the future of football is feminine” tanpa mengkotakkannya dengan khusus untuk wanita non hijab. Rasanya FIFA perlu menimbang ulang dan merevisi larangan tersebut. apa lantas mimpi para wanita berjilbab untuk menjadi pemain bola harus gugur karena mereka harus menggadaikan iman mereka. Maka, bila ini yang terjadi – tujuan dari memasyarakatkan sepakbola wanita tidak akan tercapai maksimal.

Pelarangan penggunaan jilbab bagi saya adalah hasil dari pemikiran yang dangkal.

Sekedar curhat, saya ingat waktu pertama kali bekerja di kantor ini, atasan saya berkata bahwa sebaiknya saya mempertimbangkan kembali jilbab yang saya kenakan tersebut. menurutnya, jilbab akan membuat ruang lingkup kerja saya terbatasi, hubungan internasional saya bisa tidak lancar, kemudian bila saya ditugaskan di lapangan pun akan membuat saya cepat letih – karena panas dan orang lain yang melihat saya berjilbab di lapangan saja sudah ga nyaman apalagi saya yang menggunakannya.

Pertama, jilbab saya bukanlah tawar menawar – meski saya sangat paham bahwa jilbab yang saya kenakan belum lagi sempurna. Bila, kemudian dengan jilbab saya kemudian ruang gerak saya menjadi terbatas, saya akan terima. Karena Allah tidak akan memerintahkan hambaNya untuk hal – hal yang tidak baik. Bila kemudian kolega Internasional merasa terganggu dengan jilbab saya – atau bahkan kantor saya ini merasa jilbab saya menghambat maka saya ikhlas meninggalkan kantor ini. Mengenai panas bila berada di lapangan bola – saya tidak merasa demikian. justru seringkali bila kawan saya sudah merasa sangat panas lantaran terik mentari, saya malah merasa damai – damai saja. Jilbab saya melindungi saya dari panas mentari (bonus kebaikan lagi deh). Tapi kemudian apa yang terjadi, Allah menunjukkan kepada saya bahwa jilbab tidaklah menjadi penghalang ruang gerak saya. Sama sekali tidak.

Jilbab dan sepakbola – bagi saya tidaklah masalah.

SFA, Senayan, 08.06.2011

“Wahai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. al-Ahzab (33) : 59)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.