Maaf, saya removed anda…

Sudah beberapa bulan ini saya merasa penat dengan status beberapa kawan di facebook. Dulu, saya sempat memutuskan meninggalkan facebook dan hanya menggunakannya untuk bermain. Karena, begitu banyak status – status pribadi hilir mudik di facebook. Ada juga status yang menghina, atau marah – marah. Saat itu saya ‘ga’ ngerasa nyaman harus meremove mereka lantaran rata – rata dari mereka memang saya kenal. Tapi iman saya ga juga cukup untuk menahan pengaruh status mereka terhadap diri saya. Hingga akhirnya saat itu saya memutuskan untuk meninggalkan facebook.

Namun rupanya setelah jeda beberapa lama dari facebook, tidak banyak perubahan yang terjadi. Saya tetap merasa risih, malu, bahkan sampai kesal membaca status beberapa kawan di facebook (FB). Ada kawan yang rasanya ingin semua aktivitasnya diketahui banyak orang. Semua hal ia update, bahkan boleh dibilang berlebihan. Saya mungkin salah, tapi saya pernah mendengar ada hadist yang mengatakan bahwa lebih baik kita tidak membuka aib kita sebagaimana kita juga tidak membuka aib yang lain (mohon koreksinya). Mengakui dosa cukup kepada pihak yang terkait dan terutama kepada Allah. malu, apabila harus dipublikasikan di fb. Membicarakan mengenai pasangan kita di fb, apa ‘ga’ bisa di hindari, ya? Bukankah istri itu adalah pakaian suami. Maka malu istri adalah malunya suami dan malu suami adalah malunya istri. Kenapa harus dipublikasikan di fb. Cukup sudah rasanya infotainment bersiliweran di tv, ga perlu lagi ditambah di dunia fb.

Tidak hanya masalah pribadi rupanya, ketika beberapa hal mengenai dunia kerja saya menjadi pembicaraan hangat di berbagai media, dan masyarakat. Rasanya hampir tiap hari saya membaca status miring mengenai hal tersebut di fb. Saya tidak terlampau kesal dengan mereka yang tidak tau permasalahan sebenarnya – ketika mereka menulis status miring. Tapi saya benar – benar kesal ketika membaca status kawan yang nyata – nyata mereka tau permasalahan sebenarnya, tapi dengan sengaja (ya, sengaja lah ga mungkin kan fb nya terupdate otomatis) menulis hal – hal yang menjurus ke fitnah. Saya mencoba memahami alasan positif mereka memasang status seperti itu, tapi maaf saya ga menemukannya. Berpikiran buruk tentang seseorang saja tidak baik, apalagi menuduh dan menyebarkannya.

Cukup seseorang dikatakan sebagai pembohong apabila ia menyebarkan apa yang ia dengar tanpa mencari tahu kebenarannya (HR Mishkat, Baihaqi)

Apalagi apabila mereka tau bahwa apa yang mereka tulis adalah tidak benar. Kenapa pula mereka berani menuliskannya dan justru menuduh pihak lain yang berbohong. Entah, apa alasan yang paling tepat bagi mereka. Seorang kawan berkata pada saya, bahwa “inilah dunia, kamu tidak boleh terlampau naïf”. Ya, benar inilah dunia. “ini baru satu masalah, belum lagi masalah pemerintah dan lain – lain. Banyak yang juga berbohong di depan public, bersumpah dan bahkan mengancam“. Saya tidak berani berkomentar mengenai masalah selain yang saya tau. Saya tidak mengetahui pasti apa yang terjadi di pemerintahan atau di masalah – masalah lainnya sehingga saya tidaklah berani untuk membahas dan bahkan menuduh pihak tertentu berbohong. Tapi, untuk hal yang terjadi di dunia kerja saya, saya tau – maka saya merasa demikian kecewanya. Ya, tulisan ini adalah wujud kekecewaan saya. Dan konkritnya, saya memutuskan meremoved mereka dari daftar teman fb saya. Iman saya masih belum cukup membaca status mereka yang penuh kebohongan. Semoga saya dan juga mereka tetap memiliki hati yang terbuka, serta diberi kesempatan untuk menginsafi laku, dan memperbaikinya.

Buta yang paling buruk ialah buta hati. (HR. Asysyihaab)

Advertisements

2 responses to “Maaf, saya removed anda…

  1. Pernah mengalami pengalaman serupa. Tapi belakangan saya mempertimbangkan lagi dampaknya. Kalau terlalu besar seperti putusnya pertemanan, saya lebih suka meng-hide-nya biar enggak muncul di newsfeed.

    Btw, ini udah pakai .com ya 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.