Wanitaku

wahai, wanita yang kupuja
tersenyumlah untuk tiap mentari pagi
walau ia tak membalas senyumanmu

wahai, wanitaku yang kurindu
ingatlah bahwa aku adalah karunia bagimu
tak cukup dengan do’a yang tak ku tau
agar aku pun ingat padamu

wahai, wanitaku yang ku sayang
Tuhamu sayang padamu, jangan kau ingkari
dengan menolak ketetapanNya untuk mu
jangan kau sangsikan
dengan menghitung ujian Nya bagimu

wahai, wanita yang ada untukku
sadarilah, bahwa ucapanmu do’a bagiku
bahwa, tindakanmu panutan bagiku
bahwa senyummu adalah senyumku satu hari
bahwa, diammu bermakna bagiku
bahwa niatmu menentukan masa depanku
bahwa, hidup kita adalah karunia
jalani tiap detiknya dengan ikhlasmu
SFA – cengkareng, 23 – 01 – 2005

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.