Banjir di Jabodetabek

Hujan yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya sejak Rabu (31/2) lalu mengakibatkan banjir mengenangi nyaris 70 % wilayah Jakarta. lebih dari 160 ribu jiwa harus mengungsi ke daerah yang cukup tinggi.

Banjir hingga pagi (5/2) ini masih mengenangi sejumlah jalan utama seperti :

TL. Coca Cola (Cepu), Jl Yos Sudarso, Jl DI anjaitan (Kebun Nanas), Jl. Asem Baris, Tol kolong Cawang, Jl. Otista Raya, Underpass Cawang, Cipinang Melayu, TL Podomoro, TL Plumpang, Jl. Perintis Kemerdekaan, l. Kapuk Muara, Cakung – priuk depan KBN, Kelapa Gading, Teluk Gong, TL Bangka, Jl. Raya Ciledug depan BNI, TL Kostrad Tanah Kusir, Depan POM bensin Pertanian, Jl Bank, Kalibata – Dewi Sartika (Jembatan Ciliwung), Jl. Daan Mogot, Depan Kantor Walikota Jakarta Barta, Underpass Tomang Raya, Citraland arah cengkareng, Jl Karang Mulya, Depan Komplek Ciledug Indah, Jl Karang Tengah Ciledug. (Kompas 5/2).

Musibah yang dialami warga Jakarta ini di perburuk dengan fasilitas umum pun mengalami kelumpuhan. Sebut saja PLN yang mati di beberapa daerah di Jakarta dan Bekasi, tidak hanya PLN – PAM juga tersendat. Sudah 4 hari PAM di kawasan Cimanggis – Depok mati. Akibatnya banyak warga kawasan tersebut yang terserang Diare.

Tidak hanya dua fasilitas umum tersebut, fasilitas telekomunikasi (khususnya telkomsel dan akses internet speedy) pun mengalami hambatan.

Namun hujan saat ini telah berhenti semenjak pukul 07.00 wib pagi tadi. Banjir yang menggenangi beberapa kawasan tersebut – seperti di daerah Taman Duta, dan Bukit Cengkeh sudah surut, dan warga mulai bisa beraktivitas kembali.

Menurut salah seorang kawan di daerah Bogor, saat ini hujan masih mengguyur daerah tersebut, dan pintu tol menuju Jakarta dan sebaliknya sudah dibuka dan dalam keadaan padat merayap. (+- 08.00 wib).

Sebenarnya, peristiwa banjir yang mendera Jabodetabek ini bisa diantisipasi – paling tidak di minimalisir dampak nya hingga tidak separah ini. Buruknya infrastruktur perairan di lingkungan tersebut, menurut saya menjadi faktor penyebab yang utama dalam peristiwa ini. Seharusnya, Pemda yang menurut informasi sudah mengetahui akan terjadinya curah hujan yang tinggi dan mengakibatkan banjir ini dapat memperbaiki infrastruktur tersebut jauh – jauh hari.

Tidak seharusnya, Pemda mengutamakan proyek pembangunan busway yang nyatanya hingga saat ini (menurut saya) belum nampak hasilnya secara significant. Dana tersebut, seyogyanya dapat dialihkan ke pengantisipasian dan penanggulangan bencana banjir.

Tidak perlu janji, program dan proyek metropolis yang mengumbar mimpi. Pemda cukup, melakukan pekerjaan rutin dengan mengontrol kondisi sungai – kali dan perairan Jakarta dengan serius dan seksama.

Sudah waktunya, saatnya Pemda bangun dari impi panjangnya. Bangun dan bangun! belajar dari pengalaman. Penggantian dan kerugian dari bencana banjir ini memakan biaya yang lebih besar dari biaya pengantisipasiannya. Belum lagi kerugian pribadi yang di derita korban bencana banjir ini.

05.02.2007

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.