Komisi Banding Bebaskan Persebaya

Keputusan kontroversial kembali dibuat Komisi Banding PSSI dengan membebaskan Persebaya Surabaya dari sanksi yang sebelumnya dijatuhkan oleh Komisi Disiplin PSSI. Hal ini jelas semakin mempertajam friksi atau pertentangan yang terjadi pada dua badan yang langsung berada dibawah kendali ketua umum PSSI tersebut.

Tim Persebaya Surabaya dijatuhi sanksi berupa berupa denda Rp 20 juta dan larangan didampingi oleh suporternya pada tiga kali pertandingan tandangnya di kontes Piala Indonesia.

Sanksi itu harus diterima oleh mantan tim juara Divisi Utama Liga Indonesia 2004 tersebut akibat ulah yang dilakukan suporternya, dengan membuat kerusuhan saat Persebaya dijamu oleh tim Mojokerto Putera (MP) pada leg kedua putaran pertama Piala Indonesia di Stadion Gajah Mada, Mojokerto, Jatim, 1 Juni lalu.

Keputusan Komdis yang dibuat pada sidangnya 8 Juni lampau itulah yang dianulir oleh Sidang Komding 29 Juni, yang diikuti oleh Edison Betaubun, Ashar Suryobroto, Triyandi Mulkan, dan Ahwani. Argumentasi Komding, seharusnya yang dikenai hukuman adalah pihak Mojokerto Putera, bukannya Persebaya.

“Dari salinan surat keputusan Komdis yang kami terima, pihak Persebaya yang diwakili oleh asisten manajer Subodro sebelumnya sempat meminta kepada pihak tim tuan rumah agar diberikan tempat khusus untuk suporter Persebaya,” ujar Edison Betaubun, wakil ketua Komding yang memimpin sidang Kamis (29/6) malam itu.

Berdasarkan Peraturan Khusus Pertandingan Piala Indonesia yang tertuang dalam Manual Liga Indonesia, masalah kuota atau pembagian alokasi jatah penonton semestinya menjadi tugas panpel atau tim tuan rumah. “Mereka juga harus menjamin keamanan pertandingan dan kenyamanan penonton, tentu dengan menyediakan petugas keamanan,” katanya.

Komdis Geram

Keputusan Komding menganulir sanksi yang diputuskan Komdis terhadap Persebaya ini membuat geram jajaran Komdis. Togar Manahan Nero Simanjuntak, ketua Komdis, menilai keputusan Komding tersebut dibuat dengan tanpa mempertimbangkan aspek hukum yang jelas. Dan, kata Togar, bukan sekali-dua saja Komdis mendasarkan keputusannya dengan alasan. pertimbangan atau argumen yang jelas.

Togar Manahan Nero kemarin bahkan langsung menemui Sekjen PSSI Nugraha Besoes, meminta agar pihaknya bisa dipertemukan dengan jajaran Komding. “Sekjen bilang, bisa. Saya berharap ini bisa difasilitasi secepatnya,” kata Togar.

Sophar Maru Hutagalung, anggota Komdis lainnya, secara tegas bahkan meminta agar ketua umum PSSI bisa melakukan penataan kembali anggota Komding itu. “Pengetahuan dan wawasan hukum pak Rusdi Taher memang tidak kita ragukan, tetapi kecerdasan itu tampaknya tak dimiliki anggota Komding lainnya,” ujar Sophar Maru Hutagalung.

Salah satu keputusan kontroversial Komding sebelumnya adalah dalam kasus pelanggaran disiiplin yang dibuat oleh tim Persipare Pare Pare, pada medio Mei lampau di Pare Pare, saart menjamu Persma Menado dalam lanjutan pertandingan kompetisi Divisi I Liga Indonesia.

Tim Persipare Pare Pare melakukan pemogokan dengan sejak menit ke-69 menyusul keputusan wasit M.Suaeb yang mengesahkan gol Persma Menado, sehingga membuat kedudukan menjadi 1-1. Sejumlah pemain Persipare yang berada dilapangan langsung mengeroyok wasit Suaeb.

Dari kasus itu, Komdis dalam sidangnya memutuskan mendiskualifikasi Persipare Pare Pare karena terbukti melakukan pemogokan, sekaligus mendegradasinya ke Divisi II. Enam pemain Pare Pare yang menganiayai wasit Suaeb dikenai skorsing satu tahun.

Namun, di sidang Komding, hukuman terhadap Persipare Pare Pare itu dianulir. Tim Pare Pare juga dinyatakan tidak terbukti melakukan pemogokan. Uniknya, dari enam pemain Pare Pare yang diskorsing itu, dua diantaranya dibebaskan. Komding juga memutuskan, sisa 21 menit pertandingan Persipare dengan Persma harus dilanjutkan.

Keputusan Komding ini langsung menuai kecaman dari jajaran Komdis, sehingga mereka bahkan mengusulkan agar Komding sebaiknya dibubarkan saja. “Buat apa kami bekerja keras untuk menegakkan aturan kalau hasilnya diubah lagi oleh Komding,” tegas Togar. (fa)

SFA  30.06.2006

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.