Cross the rail

Bukan hanya menyebrangi rel secara harfiah yang sering terjadi di masa sekarang.

kitapun mungkin kini pernah menyebrangi rel, melampaui batasan, berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

Dalam dua pengertian tersebut menyebarangi rel — bisa dianggap hal yang diluar kewajaran dan kepantasan, hal yang seharusnya atau sebaiknya jangan dilakukan…berbahaya, konon.

hmmm, entah gejala seperti apa atau pandangan yang sejauh mana yang bisa membuat seseorang memutuskan untuk ‘berpindah’.

Bisa jadi ini dianggap sebagai suatu pembaharuan, sebagai suatu yang mampu membangkitkan sisi positif diri. Terkadang ada juga yang menjadikan alasan ‘pencarian diri’ dalam melakukannya, (meski benarkah kita semua tidak mengenal diri kita hingga harus terus melakukan pencarian diri?)

tapi, di satu sisi bisa sajalah ketidakpuasan terhadap hidup yang tengah dimilikinya mendorong kita untuk ‘menyebrangi rel’.

Positive atau negative nya hal ini, si empunya sikap yang pasti merasakan langsung dampaknya.

‘Menyebrangi rel’ perlu dilakukan bila kondisi kita benar-benar darurat, bila kita benar-benar membutuhkannya, dan sebaiknya bukan karena faktor duniawi saja. (Jangan terlalu idealis juga jangan terlalu liberal – hidup yang realis dengan didasari landasan moral yang kuat saya rasa yang paling baik untuk dijalani)

S.F.A 25.09.2006

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.